Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

Menjadi Pintar dengan Jampi-jampi

Beberapa kalangan masih percaya khasiat air yang telah didoakan

Beberapa kalangan masih percaya khasiat air yang telah "didoakan"

Hidup di pondok pesantren memberikan ragam kecerdasan dan kepintaran yang lain. Cara yang digunakan, terkadang, temasuk tidak lazim, yang dalam kerangka sains, tergolong mistis. Beberapa cara mistis yang tergolong efektif untuk meningkatkan kemampuan intelektual di antaranya adalah tirakat, sahirul layal alias tidak tidur malam. Atau, yang paling fenomenal adalah membaca jampi-jampi (doa) tertentu. Banyak cerita yang biasa didengar di pesantren tentang santri yang bodoh lalu menjadi pintar setelah melakukan tirakat selama empat puluh hari. Dalam pesantren, lafadz Ya ‘Alim misalnya, adalah lafadz jampi-jampi yang sangat efektif meningkatkan kecerdasan otak. Doa ini bisa dibaca begitu saja atau ditiupkan ke dalam air lalu diminum. Cara yang terakhir inii menarik untuk diperbincangkan kerena banyak dipraktikkan di pesantren dan sebagian besar terbukti.

Bukti Dari Jepang
Isomoto adalah penulis Jepang yang mengarang buku fenomenal, The Miracle Of Water. Buku itu menjelaskan sesuatu yang banyak mendukung apa yang selama ini dipraktikkan dunia pesantren dalam meningkatkan kecerdasan intelektual. Cara mistis yang dipraktikkan pesantren, yang selama ini dianggap tidak logis, lewat kajian buku ini akan menjadi logis.

Menurut penelitian Isomoto, setiap partikel air adalah berbentuk mutiara segi enam. Ketika air diucapkan kata tertentu, maka mutiara yang dikandungnya berubah. Isomoto mencoba menuliskan beragam kata lalu didekatkan kepada air, ternyata setiap kata itu memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap bentuk partikel mutiara air tersebut. Air zam-zam adalah air istimewa karena mengandung partikel mutiara yang sangat indah berbentuk segi sembilan. Setelah diteliti, maka diketahui bahwa bentuk mutiara yang demikian menakjubkan itu dipengaruhi oleh lafadz agung yang diucapkan oleh jutaan jamaah haji.
Pembacaan kata atau lafal tertentu ke dalam air merupakan kegiatan yang lumrah dilaksanakan di pesantren. Misalnya ketika ada orang sakit. Hal serupa juga dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual. Cara demikian tentu saja tidak logis dan sulit dipahami karena memang tidak lumrah. Namun berpijak pada penemuan Isomoto, kita bisa berasumsi bahwa lafal yang dibaca tersebut bisa merubah bentuk partikel mutiara air menjadi bentuk mutiara yang potensial membangkitkan neoron otak, memertebal lapisan nylen yang kemudian juga menimbulkan koneksi yang begitu banyak antara dendrit yang satu dengan lainnya.

Darah adalah Air
Menurut penelitian Dr A. Syarif dalam bukunya Psikologi Alquran, darah mengandung kadar biokimia yang sangat mempengaruhi apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh manusia. Dalam darah juga terdapat gen serta kromosom yang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan. Sementara sebagian besar darah adalah berupa air. Karena sebagian besar darah adalah air, otomatis ia akan juga menciptakan partikel mutiara tertentu tatkala dilafalkan kata atau lafal tertentu pula dimana ia akan mempengaruhi seluruh tubuh.
Setiap mulut kita mengucapkan satu kata, air dalam darah akan menciptakan bentuk mutiara tertentu. Nabi berkata bahwa setiap pagi seluruh anggota badan berpesan kepada mulut bahwa mereka tergantung kepadanya. Jika ia berkata baik maka seluruh anggota tubuh yang lain juga akan menjadi baik, begitupun sebaliknya. Apa yang diucapkan Nabi, dalam konteks kajian Isomoto ini, adalah sangat benar. Konteks pembacaan jampi-jampi masuk dalam kategori ini. Antara satu jampi-jampi dangan lainnya adalah berbeda secara lafal dan kata. Perbedaan lafal ini dimaksudkan untuk mengubah partikel mutiara darah menjadi bentuk yang diharapkan. Artinya, apabila kita ingin menjadi orang cerdas secara intelektual, maka doa yang dibaca adalah mengandung lafal yang bisa membentuk mutiara partikel kecerdasan IQ. Dengan alasan demikian, pembacaan amalan doa untuk mencerdaskan otak adalah dapat diterima.

Jika pemahaman di atas disepakati, maka untuk menjadi orang yang ber-IQ hebat adalah gampang. Cara demikian barangkali perlu dikembangkan sekaligus diteliti lebih jauh demi mendapatkan satu uraian yang lebih pasti dan saintifik. Seandainya cara demikian menjadi kebenaran umum, maka untuk pintar orang tidak perlu baca buku dan ke sekolah. Cukup segelas air, abakadabra! pintarlah dia.

sumber

Filed under: Buletin Pandji, Nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: