Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

Mantan Ketum GMKI: Jangan Tuntut Ganti Rezim!

Mantan Ketua Umum GMKI 2006-2008, Goklas Nababan.

Ketua Umum GMKI periode 2006-2008, Goklas Nababan.

PANDJI-  Dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) Batavia Raya, GoklasNababan, Politisi muda PDI Perjuangan mengatakan, sebaiknya mahasiswa lebih memprioritaskan untuk mengubah hal terkecil dan terdekat terlebih dahulu, ketimbang berambisi merubah sistem atau rezim, Rabu (29/2/2012). Hal ini dikemukakannya dalam seminar yang bertemakan, “Mencari Format Reposisi Yang Ideal dan Konstruktif  Untuk Indonesia,”  terkait kondisi gerakan mahasiswa saat ini yang dinilainya sedikit-sedikit menuntut pergantian rezim tanpa mempersiapkan modal dalam implementasi tuntutan dan wacana mereka tersebut. Untuk itu yang terpenting bagi seorang aktivis mahasiswa adalah bagaimana mengubah diri sendiri karena dengan sendirinya akan ada perubahan yang berskala lebih besar dari sesuatu yang kecil tersebut.

Perempuan yang juga pernah menjadi ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia itu,  juga mengingatkan kepada para mahasiswa yang hadir dalam acara itu  untuk tetap menjaga keidealismean sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change and agent of control. Karena berdasarkan pengalamannya, seorang aktivis khususnya ketika menjadi mahasiswa, tidak terlepas dari godaan pragmatisme dan transaksional dalam dunia perpolitikan. Terlebih, hal itu menjadi semakin berat ketika seorang mahasiswa memasuki partai politik. Hal ini dapat ia simpulkan beradasar pengalamannya menjadi kader partai yang diketuai Megawati tersebut. Karena masuk  partai politik bagi seorang mantan ketua Organisasi kelompok Cipayung ini, merupakan sesuatu yang berat baginya, hal ini terjadi ketika keluarganya meminta dirinya untuk bergabung pada parpol pemenang pemilu, namun didorong idealisme yang kuat, dirinya lebih memilih bergabung bersama partai berlambang kepala banteng tersebut dan juga persoalan  kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan hati nurani namun dorongan sebagai kader yang harus tunduk patuh pada partai dan strukturalnya, dirinya harus tetap menjalankan kebijakan itu. Untuk itu ia secara pribadi menyarankan kepada mahasiswa untuk tidak berpartai.

Acara yang berlangsung di Hotel Mega yang bertempat di samping  Tugu Proklamasi itu, cukup membuka wawasan baru bagi aktivis-aktivis mahasiswa untuk menempatkan diri pada posisi yang sebenar-sebenarnya dalam upaya mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat undang-undang. Hal ini diakui Azis Fakhruddin, mahasiswa Universitas Azzahra, yang merasa termotivasi dan tercerahkan atas apa yang disampaikan Goklas Nababan, terlepas dalam seminar itu turut serta dihadiri politisi muda lainnya, Bima Arya tambahnya.

Acara yang semula dijadwalkan pukul 12.00 WIB dan dihadiri para politisi muda lainnya itu, karena satu hal lainnya, tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Ini terlihat dari molornya jadwal, hingga hanya hadirnya 2 narasumber saja dari 7 orang politisi yang dijadwalkan. (Moch)

Filed under: Berita HMI, Buletin Pandji, KARYA HMI IISIP, Nasional, Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Maret 2012
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d blogger menyukai ini: