Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

Rohingya, Aku bagian dari perkataan Muhammad

Sekarang kami di sini berpuasa

Sahur dengan makanan, berbuka dengan yang manis

“Menahan” dengan tidur yang lelap sebagai pelengkap pahala

Ketika malam, masjid jadi tempat kami menenangkan diri

Bersalaman, berpelukan, berma’afan, kami masuki bulan suci Ramadhan

Bertekuk karena kelemahan, penuh dosa, dan bermunajat dalam balutan baju koko yang bersih, putih

Sarung kami baru, peci kami hitam mengkilat baru dibuka dari sarangnya, bahkan lebel harga pun masih tertancap disana

Kami, muslim Indonesia, nyaman, tenang sambut Ramadhan

Kita bersaudara, bahkan tali darah bangsa terputus jika bicara ukhuwah islamiyah kita

Engkau disana, kami disini, mereka di Barat, Timur, Utara, Selatan, muslim di Timur Tengah sana, bukankah kita semua satu darah

Darah muslim, umat Muhammad

 

Tapi coba engkau lihat, nasibmu mengenaskan

Hidup tak tenang

Dicaci, dimaki, dikucilkan, disiksa, hanya karena pemerintah negara kalian yang gila

Komunisme otoritarian, membuatmu harus mengarungi lautan

Berpencar ke negara-negara tetangga yang belum tentu mengakui keberadaanmu

Engkau ada, tapi dianggap tak ada

Derajatmu, derajatku

Dukamu, dukaku, harusnya sama, tak berbeda

Perhatikanlah kami yang berbondong-bonduong pergi berhaji setiap tahunnya

Berlimpah kue lebaran ketika Idul Fitri datang menyapa

Menyembelih hewan-hewan qurban sewakti Idul Adha datang

Masak rendang, lontong

Semua kami nikmati disini

Sedangkan kalian, hanya hawa kepedihan yang kulihat dari tatapan mata kosong kalian di gambar google

Tubuh kurus, pakaian compang-camping

Terlunta tak tahu arah

Mencari perlindungan dari kejamnya produk komunis di sana

Rohingya, Aku berduka

Umat muslim, Ikatan kita, sedarah, bersaudara

Ternyata Muhammad benar

Jumlah kita sangat banyak, menjadi populasi terbesar kedua di dunia

Tapi, hanya melihat yang bisa kami lakukan untukmu

Hanya bermenung sejenak, dan kemudian melangkah santai dengan gelimang kemewahan yang kami miliki

Silsilah hadist shahih no.958

Rasulullah SAW bersabda: “akan terjadi, bersatunya bangsa-bangsa didunia menyerbu kalian seperti sekelompok orang menyerbu makanan”. Salah seorang sahabat bertanya: “apakah karena jumlah kami dimasa itu sedikit”. Rasulullah menjawab : “jumlah kalian banyak tapi seperti buih dilautan. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kalian dan Allah menanamkan penyakit ‘wahan’ dalam hati kalian.” Lalu ada yang bertanya lagi :“apakah penyakit ‘wahan’ itu ya rasulullah?” Beliau bersabda : “ Cinta kepada dunia dan takut mati!”.

Tak tergambar bagaimana kalian mempertahankan tauhid sebagai muslim

Rohingya, Aku berduka

Umat Islam banyak bicara, korupsi merajalela, bertahta emas permata, hanya sibuk ibadah transenden, lupa keseimbangan dunia dan akhirat

Kita harusnya lebih adil dari komunis yang berpaham menyamaratakan sebagai lambang keadilan

Muhammad benar

OKI pun tak bisa berbuat apa-apa

Habis berkata, jelasnya umat Islam, tampunglah Rohingya dan akuilah keberadaannya di negaramu…

Umat Islam, kita telah menjadi saksi hadist dan kebenaran Muhammad. Sekarang kita banyak, tapi lemah…

Kalian telah berjidah Rohingya…

Ananda Puja

Catatan setelah lihat gambar google – Media Focus

Filed under: KARYA HMI IISIP

One Response

  1. bangfad mengatakan:

    Abubakar, Umar bin khatab, Usman bin afan, semuanya sahabat nabi yang patut kita sanjung… ya gak bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Juli 2012
S S R K J S M
« Mei   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: