Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

Kampusku Duniaku yang Baru

KOMANDO

Aksi demonstrasi KB IISIP bersama Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) menolak kenaikan harga BBM (Juni 2013) di depan gedung DPR RI

Selamat datang saudara/i ku di “Kampus Tercinta,” IISIP Jakarta. Kampus yang tidak terlalu besar namun penuh dengan nama dan manusia berjiwa besar tentunya (Aamin).

Dengan menyandang status baru sebagai mahasiswa, kawan-kawan bersama kami insya Allah menuntaskan “embel-embel” terhormat tersebut selama 4 tahun lamanya, dengan penuh penghargaan dan kebanggan. Lantas, dengan cara-cara apa kawan-kawan mampu tuntaskan status luar biasa ini dengan penuh penghargaan dan kebanggaan? Sederhana! kata kuncinya adalah: “implementasikan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi” dengan sebaik-baiknya! Dalam butir-butir Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diantaranya: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, dapat kita simpulkan, bahwasanya ketika kawan-kawan menjadi mahasiswa, yang artinya menjadi manusia yang berilmu, harus serta merta diiringi dengan pengabdian aktualisasi ilmu yang didapat, kepada masyarakat. Artinya adalah, ketika ada kegelisahan-kegelisahan yang hadir di tengah-tengah masyarakat yang merupakan dampak sosial, politik, ekonomi dan sebagainya, mahasiswa dengan kapasitas ilmu yang dimiliki, menjadi salah satu pionir garda terdepan menyelesaikan persoalan itu semua! Tentunya hal ini juga selaras dengan status mewah “maha,” yang hanya Tuhan lah yang miliki status tersebut selain kita tentunya.

Angka statistik menyebutkan, hanya sekitar 18,4 persen rakyat Nusantara (usia 19 s/d 24 tahun) yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi.Yang artinya, hanya sebanyak 4,8 juta manusia di Indonesia yang “berlabelkan” mahasiswa. Dari angka tersebut dapat kita simpulkan bahwa, mahasiswa di Indonesia ini adalah kalangan elite/spesial. Maka dari itulah hendaknya mahasiswa dalam bersikap dan berprilaku, layaknya orang elite (terhornat), dan spesial, khususnya bagi manusia-manusia yang tidak berilmu atau tidak beruntung mendapatkan kesemnpatan berilmu layaknya mahasiswa! Belum lagi berbagai “gelar prestise” lainnya seperti agent of change, agent of control dll. Arti dan idealnya, dengan kepala tegak berbangga kita selesaikan status mahasiswa kita selama 4 tahun nantinya! Lalu, dengan cara apa kita dapat memenuhi kualifikasi sebagai agen pembaharu, perubahan, pengontrol, dan mahasiswa yang berkualitas tersebut?

Pada dasarnya, perubahan itu diawali dari diri sendiri. Yang artinya, dengan meningkatkan kapasistas dan level kita yang tadinya seorang siswa menjadi mahasiswa yang penuh nalar, simpati serta empati yang tinggi, serta penggunaan logika rasionalisasi yang kuat lah kita dapat mobile “beraktivis ria” mengabdi kepada masyarakat, membela yang lemah tertindas, dan meluruskan penyimpangan. Pertanyaan selanjutnya, darimana semua kapasitas dan kapabilitas ilmu tersebut kita dapat? Ada pepatah menyebutkan “jika kau bergaul dengan penjual minyak wangi, maka kau akan turut/tertular wangi.” Artinya adalah, lingkungan yang kondusif, positif, dan terbaik lah yang dapat menunjang dan menularkan semangat-semangat positif berkualitas kepada kita, guna bekal menjalani peran mahasiswa dengan penuh totalitas! Dan sekali lagi kedewasaan berpikir yang penuh nalar dan rasional kawan-kawan, diuji untuk menetapkan pilihan yakni lingkungan mana yang TERBAIK, BERKUALITAS dan POSITIF tersebut!! Karena berdasar pengalaman, tidaklah cukup ilmu yang diberi/didapat seorang mahasiswa hanya dari “bangku perkuliahan,” guna mainkan peran sebagai mahasiswa kritis penuh ideologis!

 Akhir kata dari ini semua, selamat datang di dunia kampus, dunia kemahasiswaan. Dan semoga kawan-kawan dapat menjadi “mahasiswa plus.” Mahasiswa yang penuh kualitas. Mahasiswa yang bukan kalah dan terjebak oleh arus negatif zaman (hedonisme, globalisasi dsb). Mahasiswa yang tuntas dengan urusan/egosentris pribadi. Dan mahasiswa yang penuh pengabdian terhadap perubahan dan cinta kasih terhadap sesama.

Hidup mahasiswa… hidup mahasiswa… hidup mahasiswa!!!!! Wassalam!

 

 

Kata Mereka…

 

Anies Baswedan (Alumni HMI, Rektor Univ Paramadina)

 

IP yang tinggi hanyalah akan membawa kita (mahasiswa) pada panggilan-panggilan interview kerja. Namun bekal pengalaman dan kepemimpinan berorganisasi lah yang akan membawa kita pada kesuksesan di masa depan”

 

 

Jusuf Kalla (Alumni HMI, mantan Wakil Presiden RI)

 

”HMI memiliki peran strategis di Republik ini baik itu yang konstruktif maupun destruktif. Karena pada dasarnya hampir di segala lini pengambilan kebijakan di negeri ini, diisi oleh alumni HMI”

 

 

Mahfud MD (Ketua presidium KAHMI/Korps Alumni HMI, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi)

 

”Ilmu dari HMI menjadi salah satu penunjang saya dalam berkarier hingga mencapai posisi saat dan seperti ini”

 

 

Soekarno (Proklamator Kemerdekaan dan Presiden pertama RI)

 

”HMI tidak akan saya bubarkan! Karena HMI adalah organisasi yang progresif dan revolusioner!!” (Soekarno ketika dituntut PKI dan CGMI untuk bubarkan HMI)

(Mochammad Rizki, Jurnalistik 2009, Wakil Ketua BPM IISIP Jakarta)

Filed under: Berita HMI, Ekonomi, KARYA HMI IISIP, Nasional, Politik

One Response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
September 2013
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
%d blogger menyukai ini: