Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

Selamat Kembali (Pulang) Kawan!

https://pandjihijauhitam.files.wordpress.com/2014/01/0611e-puncak2bsemeru.jpg

Di sepertiga malam kudapati kabar yang cukup menyesakkan emosi jiwa selaku umat manusia. Ialah bahwa dirimu (sahabatku) telah berpulang ke pangkuanNya. Tragis di telinga memang ketika mendengar bagaimana dirimu berpulang. Namun aku mencoba tetap tegar tentunya.

Jujur, diriku memang tak cukup mendalam kenal dirimu wahai saudaraku. Namun, aku tak canggung tuk sematkan gelar “sahabat” kepadamu. Mengapa? Karena kuyakin sejak ruh dengan ragamu berpisah, disaat itu pula egoistis, hawa nafsu  yang seringkali jadi penghalang persahabatan anak manusia, hilang berganti tiada.

Tak banyak memang masa-masa ku denganmu. Hanya karena akibat kau dan diriku saling “mengikuti” di dunia maya penuh kicau, sedikit banyak ku tahu bagaimana kau ekspresikan dirimu ketika berpapasan dengan cinta (kepada ratumu) dan amarah. Terlebih bagaimana kau gambarkan dirimu dalam biodata akun sosial mediamu yang seringkali tersenyum ku dibuatnya. Namun, identifikasi ku pun akan engkau sedikit mendalam ketika kulihat pada suatu waktu, kau nampak dibuat malu oleh ke skeptisanmu di depan forum demokrasi rekan se-prodi. Tapi yang menakjubkan, alhasil kau nampak tidak terpuruk  setelah kejadian itu. Akhir-akhir kutemui pun, kau nampak lebih bergairah menjalani peranmu sebagai civitas akademika “di kampus tercinta.”

Memang ada setitik kekecewaan ketika upaya ajakan dari kawan-kawan ku, agar kau mau bergabung dengan keluarga ideologisku, tidak kau gubris. Karena jika saja itu terjadi, diriku mungkin mampu lebih dahsyat ungkapkan kesan ku terhadapmu. Namun kuyakin ada alasan tersendiri darimu serta rencana Yang Kuasa, mengapa sampai akhirnya kau tidak berjuang bersama diri dan keluargaku.

Menyoal tentang ‘kepergianmu’ yang mendadak, sebenarnya satu hal yang kuyakini dengan amat pasti. Adalah makhluk bumi yang paling bertanggung jawab dari ketiadaanmu ialah bernamakan “Soe Hok Gie.” Seorang tokoh gerakan mahasiswa (Angkatan 66) yang idealis dan inspiratif yang pernah berujar, “Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.” Entahlah, mengingat aktivitasmu, firasatku menyebutkan engkau mengidolakan pemuda keturunan Tionghoa itu. Dan memang rasa-rasanya tidak rela saja jika tidak ada yang mampu bertanggung jawab atas wafatnya dirimu kawan. Namun, di tengah banyaknya manusia (termasuk diriku) yang menilai dan menerka siapa yang paling pantas bertanggung jawab atas kepulangan dirimu, yang kemudian mereka satu sama lain saling menyalahkan, dan sampai akhirnya kuyakin kau tidak cukup senang dengan hal ini, pastilah ada ucapan bijak dari bibirmu yang kini telah kaku dan berwarna abu-abu itu yaitu, “biarlah ketiadaanku sebagai awal munculnya kebahagian,” Ya aku yakin itu!

Mungkin hanya sampai disini jari jemariku mampu mendeskripsikan dirimu berdasar memoriku. Namun, sampai akhirnya kita berdiri bersama di akhiratNya nanti, diriku takkan berhenti mengingat sosok anak cucu Adam yang luar biasa bernilai seperti engkau sahabatku.

Dan akhir yang baik dari segala akhir perjumpaan kita hanyalah ‘kalimat sakti’ doa dan al fatihah lah yang dapat mengantarmu dalam tidur di keabadian dengan damainya.

Untuk Helmy Dwi Aprianto (1994-2014), dari makhluk “galaksi bima sakti” yang mengaku sahabatmu

Filed under: Berita HMI, KARYA HMI IISIP, Nasional

One Response

  1. […] Sumber klik disini. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Januari 2014
S S R K J S M
« Okt   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: