Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

(DINAMIKA) KONGRES KELUARGA MAHASISWA

Kongres Keluarga Mahasiswa IISIP Jakarta 2015

Kongres Keluarga Mahasiswa IISIP Jakarta 2015 –KM IISIP, yang berlangsung sejak kemarin hingga hari ini sangat jauh dari ekspektasi. Atau bahkan saya dapat menyimpulkan bahwa Kongres Mahasiswa secara substansi tak lagi memiliki esensi apapun. Bukan karena penyelenggara tidak mempersiapkan acara secara benar –panitia pelaksana memberikan fasilitas cukup wah bagi peserta. Bukan juga karena Badan Permusyawaratan Mahasiswa (BPM) tidak bergerak untuk menyukseskan acara tersebut. Bukan juga,

Hal ini terjadi karena absennya pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IISIP Jakarta yang dipimpin oleh Yulia Purbawati dan Verly juga beserta jajaran kabinetnya dalam Kongres KM IISIP. Absennya BEM IISIP Jakarta pada Pleno 2 Sidang Kongres KM IISIP pada Jum’at-Sabtu, 12-13 Juni 2015 sebenarnya tanpa alasan yang jelas. Panitia Pelaksana ketika dikonfirmasi hanya mengatakan bahwa Presma ‘tidak pernah membalas’ komunikasi dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh Panpel. BPM sebagai pihak yang bertanggung jawab atas agenda inipun mengatakan hal yang sama dalam forum Kongres KM IISIP.

Pertanyaan yang timbul dikalangan peserta forum Kongres Keluarga Mahasiswa –KM IISIP adalah, mengapa BEM tidak hadir? Apa yang menjadi masalah dan alasannya? Lantas apa yang menjadi hasil dari KM IISIP, yang notabene merupakan Sidang Umum II BPM yang beragendakan mengevaluasi Laporan Pertanggung Jawaban Badan Eksekutif Mahasiswa?

1

Pada Pleno 2 KM IISIP dengan agenda pembacaan LPJ BEM, peserta sidang saling pandang? –termasuk saya tentunya, kami bertanya dimana Presma? dimana jajaran eksekutif lainnya? Ternyata, BEM IISIP Jakarta enggan untuk menghadiri Kongres KM IISIP, hal ini dipaparkan oleh Ketua Panitia Pelaksana dalam forum Kongres KM IISIP, Ketuplak mengkonfirmasi kepada Bima –salah seorang mahasiswa yang juga kabinet dari BEM IISIP Jakarta, ketika diminta untuk hadir dalam Kongres KM IISIP, Bima mengatakan bahwa tidak ada instruksi apapun dari Presma. Dia juga menambahkan bahwa kepengurusan BEM secara efektif masih berlangsung hingga empat bulan kedepan.

Presma Yulia dalam personal chat dengan Ketua Kremmasi juga menyatakan bahwa pihak BEM tidak akan hadir dalam Kongres KM IISIP, dengan alasan bahwa pihak BEM akan menjadi pihak yang dirugikan jika hadir dalam agenda tersebut (?) Presma juga membenarkan pernyataan Bima bahwa masa kepengurusan BEM IISIP Jakarta masih tersisa empat bulan. Selain itu, Presma juga mempertanyakan keabsahan panitia pelaksana/formatur yang dibentuk oleh BPM. Sangat menarik karena pada waktu yang sama Presma Yulia tidak memberikan balasan apapun terhadap komunikasi yang dilakukan oleh Panpel dan juga BPM.

Benarkah alasan Bima dan Presma Yulia?

2

Mari kita membahas apa itu Kongres Keluarga Mahasiswa –KM IISIP, apa tujuannya dan apa pula fungsinya. Kongres KM IISIP merupakan forum tertinggi dalam keorganisasian mahasiswa di Kampus Tercinta,  yang merupakan kelengkapan dari Keluarga Mahasiswa IISIP Jakarta (KM IISIP). KM IISIP sendiri adalah bagian dari kelanjutan Corp Mahasiswa Perguruan Tinggi Djurnalistik, Corps Mahasiswa Perguruan Tinggi Publistik, dan Keluarga Mahasiswa Sekolah Tinggi Publistik yang didirikan tanggal 5 Desember 1953. Perubahan nama menjadi Keluarga Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (KM IISIP) Jakarta berlaku sejak tanggal 27 Juli 1985. Pada teknisnya, amanat pelaksanaan KM IISIP yang dirumuskan dalam Kongres KM IISIP diimplementasikan langsung oleh BPM.

Tujuan serta fungsi dari Kongres KM sendiri adalah penetapan Garis Besa Haluan Organisasi (GBHO), amandemen terhadap AD/ART KM IISIP Jakarta serta meminta dan mengevaluasi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BEM IISIP dalam satu periode, untuk BPM Kongres KM juga menjadi Sidang Umum II (SU II) BPM. Hal ini tertuang dalam AD/ART Keluarga Mahasiswa IISIP Jakarta, AD/ART BPM IISIP Jakarta dan AD/ART BEM IISIP Jakarta.

Alasan Presma –juga BEM, yang tidak menghadiri Kongres KM IISIP pada tahun ini, tentu mencederai etika dalam berorganisasi, karena selain merupakan bagian dari Keluarga Mahasiswa, BEM juga merupakan respresentasi dari seluruh kegiatan kemahasiswaan di Kampus Tercinta, tidak hadirnya Presma beserta jajarannya untuk melaporkan pertanggung jawabannya menimbulkan asumsi bahwa selama satu periode kepengurusan BEM, tidak ada sama sekali pelaksanaan kegiatan yang dapat dipertanggung jawabkan oleh BEM.

Presma sendiri seperti menggunakan ‘jurus mabuk’ untuk melegitimasi tindakannya tersebut.  Beralasan bahwa masa kepengurusan BEM masih berlangsung hingga empat bulan kedepan adalah sebuah tindakan yang konyol, BEM sendiri lewat akun resminya menyatakan bahwa kepengurusan BEM secara efektif terhitung sejak tanggal 28 Juni 2014 pasca dilantiknya BEM oleh BPM melalui SK BPM No: 02/BPM IISIP JAKARTA/XXVIII2014/SK, dan berlangsung maksimal selama 12 bulan. Entah hitungan apa yang digunakan oleh Presma jika tetap kekeuh mengatakan bahwa masa kepengurusan BEM masih berlangsung hingga empat bulan lagi.

Pernyataan Presma terkait Panita Pelaksana merupakan siluman atau tidak jelas asal usulnya juga dibantah secara tegas baik oleh Panpel maupun BPM yang membentuknya dalam forum Kongres KM IISIP. BPM sesuai dengan AD/ART telah melibatkan unsur-unsur HIMA/UKM dan telah mengukuhkan kepanitian Kongres KM lewat Ketetapan BPM (Tap BPM).

Forum Kongres KM IISIP sendiri masih memberikan toleransi pada BEM IISIP untuk hadir pada forum Kongres keesokan harinya, peserta forum yang terdiri dari HIMA dan UKM serta mahasiswa IISIP Jakarta juga menyampaikan surat dalam tulisan tangan yang ditanda tangani oleh perwakilan HIMA dan UKM, surat ini menuntut kehadiran Presma beserta jajarannya dalam rangka menjelaskan alasan ketidakhadiran BEM dalam Pleno 2 Kongres KM dan meminta BEM untuk menyampaikan LPJ dalam Kongres KM IISIP. Sayangnya, hingga penutupan Kongres KM IISIP tak ada Presma ataupun jajarannya yang hadir.

Sampai pada titik ini saya –dan juga peserta Kongres KM IISIP lainnya, memiliki asumsi bahwa Presma –juga BEM, tidak siap/mampu untuk memaparkan LPJ-nya didepan forum Kongres KM IISIP.

3

Kongres KM sejatinya merupakan tempat dimana seluruh mahasiswa IISIP Jakarta bertukar fikiran, bersilaturahmi dan melebur menjadi satu: Keluarga Mahasiswa IISIP Jakarta. Presma Yulia, saya fikir –terlepas dari segala alasannya, melupakan esensi tersebut. Setiap tindakan jelas harus dipertanggung jawabkan, tindakan pengabaian serta absennya Presma beserta jajaran nya meyakinkan seluruh peserta Kongres KM untuk menolak LPJ BEM dan terhitung sejak saat itu pula, BEM dinyatakan demisioner.

Kegagalan yang dialami oleh Presma Yulia tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab dia secara personal saja, akan tetapi berlaku kolektif kepada seluruh jajaran kabinet BEM IISIP Jakarta. Hikmah yang dapat dipetik adalah bahwa pada periode selanjutnya, mahasiswa diharap mampu secara selektif memberikan kepercayaan terhadap calon-calon Presma yang nantinya maju dalam Pemilu Raya. Popularitas ataupun besarnya basis massa ternyata tidak menjamin suksesnya kepemimpinan, akan tetapi kualitas personal serta komitmen dalam menjalankan roda organisasi dengan baik adalah pertimbangan terbaik bagi mahasiswa Kampus Tercinta kedepannya.

Semoga Presma selanjutnya tak lagi seperti Yulia.

Semoga,

Muhammad Syaifulloh

Mahasiswa IISIP Jakarta, Kader HMI Komisariat FISIP IISIP Jakarta.

Filed under: Buletin Pandji, KARYA HMI IISIP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Juni 2015
S S R K J S M
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
%d blogger menyukai ini: