Paparan & Kajian

Yakin Usaha Sampai

‘Kenakalan’ Dahlan Iskan

Dahlan Iskan, salah seorang "Raja media" di Indonesia.

Dahlan Iskan, salah seorang "Raja media" di Indonesia.

Sebelum menjadi ‘orang besar’, Dahlan Iskan dikenal pekerja keras. Oleh orang tuanya, Dahlan yang dulu miskin dididik rajin bekerja. Keluarga Dahlan tinggal di Dusun Kebondalem, Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Adik kandung Dahlan, Ahmad Zainuddin, mengatakan, suatu ketika, ia dan kakaknya serta teman semasa kecil menggembalakan domba. “Waktu itu masih SD. Setelah pulang sekolah, kami biasa menggembala domba di pinggir sungai desa,” ujarnya saat ditemui di Magetan, Jumat, 13 Januari 2012. Dahlan dan teman-temannya juga sering mandi di sungai desa setempat.

Sembari menunggu domba yang digembala, Dahlan dan teman-temannya suka memainkan wayang dari ranting pohon ketela. “Karena keasyikan, enggak tahu ternyata domba-dombanya sudah lewat dan kembali ke kandang di rumah,” tuturnya dengan gelak tawa.

Mereka pun kembali ke rumah. “Kakak waktu itu takut dimarahi bapak dan memang kakak orangnya hormat dan enggak berani ke bapak,” ujarnya. Setelah dilihat, ternyata sekitar 30 domba yang digembala sudah kembali ke kandang di sebelah rumah.

Pengalaman ‘nakal’ lainnya diceritakan Zainuddin. Suatu hari Dahlan dan teman-temannya adu cepat menunggang kerbau di jalan pedesaan setempat. “Waktu itu kakak sampai terjatuh dan mulutnya terluka karena terperosok,” ujarnya mengenang kejadian itu.

Dahlan Iskan sewaktu kecil bernama Mohamad Dahlan. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya bernama Mohamad Iskan dan ibunya bernama Lisnah. Zainuddin yang akrab dipanggil Udin merupakan anak keempat atau anak bungsu. Dua kakak perempuan mereka bernama Khosyatun dan Sofwati. Khosyatun tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur. Sedangkan Sofwati tinggal di Jambi dan sudah meninggal.

Dahlan menikah dengan Nafsiah Sabri dan dikaruniai dua anak, Azrul Ananda dan Isna Fitriana. Nafsiah adalah wanita asal Samarinda yang dikenal Dahlan sejak dia kuliah dan menjadi wartawan di Samarinda. “Sejak lulus madarasah aliyah, Mas Dahlan ikut kakak yang di Samarinda untuk kuliah dan jadi wartawan di sana, sebelum akhirnya pindah ke Surabaya,” ujarnya.

Sejak pindah ke Surabaya, Dahlan bergabung dengan Tempo dan dipercaya mengelola Jawa Pos yang kini jadi media cetak terbesar di Jawa Timur. “Waktu itu Jawa Pos oplahnya kecil dan dibeli orang Tempo,” tuturnya. Lalu Dahlan dipercaya mengelola hingga Jawa Pos jadi besar. Ia pun kini dipercaya menjadi Menteri BUMN.

sumber

Filed under: Buletin Pandji, Nasional, Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

pandjinews
Januari 2012
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: